Loader Logo

PAP dan PAN dalam Kurikulum Merdeka

*PAP dan PAN dalam kurikulum merdeka*

Dalam Kurikulum Merdeka, istilah PAP (Penilaian Acuan Patokan) dan PAN (Penilaian Acuan Norma) masih relevan, tetapi pendekatannya telah mengalami penyesuaian sesuai dengan semangat kurikulum ini yang lebih fleksibel dan berfokus pada capaian pembelajaran siswa. 

*Penjelasan:*

PAP (Penilaian Acuan Patokan)
PAP digunakan untuk menilai pencapaian siswa berdasarkan kriteria tertentu (criterion-referenced assessment). Dalam Kurikulum Merdeka, pendekatan ini dominan karena menilai ketercapaian Capaian Pembelajaran (CP). Penilaian lebih fokus pada pencapaian kompetensi siswa dibandingkan membandingkannya dengan siswa lain. Hal ini sesuai dengan prinsip bahwa setiap siswa belajar sesuai dengan potensinya masing-masing.

PAN (Penilaian Acuan Norma)
PAN, yang membandingkan hasil siswa dengan kelompoknya (norm-referenced assessment), tidak lagi menjadi pendekatan utama. Pendekatan ini cenderung kurang relevan dalam Kurikulum Merdeka, yang lebih menekankan pada penilaian formatif dan diagnostik untuk mendukung pembelajaran individual siswa.

Dalam praktiknya, Kurikulum Merdeka lebih memprioritaskan penilaian formatif dan sumatif yang berorientasi pada perkembangan siswa, dengan mengacu pada capaian pembelajaran dan profil Pelajar Pancasila. Jika digunakan, PAN biasanya terbatas untuk keperluan tertentu seperti seleksi atau analisis data secara umum, tetapi bukan dalam penilaian harian atau semester
x